Dianggap Tak Ada Manfaat, Giring PSI Sebut Keberadaan KPI Cuma Bikin Kontroversi

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha mendesak pemerintah dan juga DPR untuk mengevaluasi keberadaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). | Instagram Giring

BERITA RADIO - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha mendesak pemerintah dan juga DPR untuk mengevaluasi keberadaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Pasalnya menurut Giring ada banyak kontroversi yang kerap ditimbulkan KPI. Giring mencontohkan, salah satunya soal membatasi jam tayang 42 lagu berbahasa Inggris yang hanya boleh disiarkan di radio setelah pukul 22.00 WIB.

"Pemerintah dan DPR harus segera mengevaluasi ulang dan mempertimbangkan keberadaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)," demikian disampaikan Giring dalam unggahannya di akun Instagramnya pada Selasa 29 Juni 2021.

Baca Juga :

"Ada banyak kontroversi yang ditimbulkan oleh KPI, yang terbaru, membatasi jam tayang 42 lagu berbahasa Inggris dan hanya boleh disiarkan di radio setelah pukul 22.00 WIB," lanjutnya.

Lebih lanjut Giring kemudian mempertanyakan keberadaan KPI yang masih relevan atau tidaknya saat ini.

"Saya dan Partai Solidaritas Indonesia (@psi_id) memahami bahwa KPI hadir sebagai perwujudan amanat UU Penyiaran no. 32/2002, tetapi kinerja lembaga tersebut HARUS SELALU DIEVALUASI," tulisnya.

"Pertanyaannya: Apakah Lembaga ini masih relevan? Daripada buang-buang uang pajak kita untuk lembaga yang tidak relevan di zaman sekarang, apakah tidak sebaiknya kita pikirkan lagi bagaimana relevansinya di zaman sekarang?," lanjutnya.

Berita Pilihan

Berita Lainnya

Berita Radio Network