Geliat RK-Anies di Pilpres 2024, Pengamat Unpad: Sulit Terwujud, Terlalu Ambisius dan Non Partai

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil | Instagram.com/@ridwankamil

Problem pertama, kata Kunto saat RK memposisikan diri sebagai calon wakil Presiden yang sangat ambisius maka semua calon Presiden akan sangat berhati-hati untuk memutuskan berpasangan dengan RK.

"Calon Presiden mana yang mau didampingi oleh Wakil Presiden yang sangat ambisius, semua calon Presiden akan sangat berhati hati, bisa jadi mereka akan memelihara anak macan yang akan menerkam di periode kedua," jelasnya.

Hal itu kata Kunto yang menyulitkan Ridwan Kamil. Kalaupun Ridwan Kamil berambisi di 2024 menurut Kunto, seharusnya targetnya adalah menjadi Presiden bukan Wakil Presiden.

Baca Juga :

"Problem Ridwan Kamil-Anies Baswedan. Dapat dukungan dari partai apa. Keduanya non partai. Berkembang kabar Anies didukung Nasdem, di Pilgub RK juga didukung oleh Nasdem.  Kalau Nasdem , mendukung keduanya partai-partai koalisi akan mendapatkan apa? Sedangkan Nasdem butuh partai lain untuk koalisi, untuk mencapai syarat 20 % ambang batas pencalonan Presiden atau 115 kursi di DPR. Ini yang membuat kecil kemungkinan Anies RK. Kecuali ada dinamika politik Anies bukan didukung Nasdem tapi didukung oleh Golkar bahkan didukung PDIP, Nasdem dukung Ridwan Kamil. Kabar yang beredar hubungan Ridwan Kamil dengan Nasdem Jawa Barat tidak berjalan harmonis. Ini menjadi problem berikutnya seberapa mungkin pasangan ini akan muncul di 2024." pungkasnya.***

Berita Pilihan

Berita Lainnya

Berita Radio Network