Mochtar Kusumaatmadja Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Tanpa Prosedur, Setkab: Sudah Ada Regulasinya

Rektor ke-5 Unpad Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja dikabarkan meninggal dunia pada Minggu 6 Juni 2021. | unpad.ac.id

BERITA RADIO - Sekretariat Kabinet (Setkab) Yuli Harsono memberikan tanggapan terkait usulan penetapan Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional tanpa prosedur yang berbelit.

Yuli menegaskan penetapan seseorang sebagai pahlawan nasional harus melewati prosedur yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Penerimaan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Hal itu disampaikan Yuli dalam Webinar Fakultas Hukum Unpad, bertajuk "Prof.Mochtar Kusumaatmadja: Kehebatan Akademik & Pahlawan Nasional", Selasa 8 Juni 2021. 

Baca Juga :

"Gagasan (prof Romli) itu menarik tapi sejak 2009 sudah ada regulasi hukum positif yang mengatur syarat dan prosedur untuk mendapatkan gelar nasional," jelasnya menanggapi salah satu pembicara, Guru Besar Hukum Pidana Internasional dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Romli Atmasasmita yang mengusulkan Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional tanpa prosedur yang berbelit. 

Menurut Yuli, salah satu regulasi itu antara lain ada peran dari dewan gelar tanda jasa dan kehormatan untuk memberikan rekomendasi kepada presiden.

"Setelah itu nanti presiden dengan hak prerogatifnya memberikan gelar pahlawan nasional," ungkapnya. 

Baca Juga :

Berita Pilihan

Berita Lainnya

Berita Radio Network